31 Agustus 2011 - 19:30

Ali Reza Boujmehrani, Senin siang (29/8) menuturkan, menurut ilmu astronomi dan pakar nujum, Rabu adalah hari pertama bulan Syawal dan Idul Fitri, namun keputusan sidang Isbat berada di tangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Menurut Kantor Berita ABNA, anggota Tim Rukyat Hilal Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran mengatakan, 1 Syawal 1432 H dan hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Rabu (31/8). Ditambahkannya, jika kondisi cuaca cerah dan mendukung, hilal bulan Syawal dapat dilihat dengan mata telanjang di kebanyakan titik di Iran.

Ali Reza Boujmehrani, Senin siang (29/8) menuturkan, menurut ilmu astronomi dan pakar nujum, Rabu adalah hari pertama bulan Syawal dan Idul Fitri, namun keputusan sidang Isbat berada di tangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

Iran 29 Agustus 2011 telah menyebarkan lebih dari 150 kelompok ke berbagai penjuru negeri untuk melakukan pengamatan terhadap posisi hilal. Dan telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011.

Meskipun kebanyakan negara-negara Islam, termasuk 14 negara Arab telah merayakan Hari Idul Fitri sejak Selasa (30/8), pengikut Syiah di negara-negara seperti Arab Saudi, Irak dan Bahrain mengumumkan akan merayakan Idul Fitri keesokan harinya Rabu (31/8) sebagaimana yang ditetapkan ulama-ulama Marja Syiah di Iran dan Irak ataupun oleh Dewan Perukyat daerah Qatif yang mengumumkan, selasa (30/8) sebagai hari terakhir Ramadhan dan oleh karenanya Rabu adalah hari Idul Fitri.

Situs al-Tawafuq juga menukil pernyataan Dewan Kerajaan Arab Saudi dan menulis, Pusat Astronomi Jeddah dengan seluruh peralatan yang dimilikinya di kota ini dan kota Taif ternyata tidak mampu merukyat hilal pada Senin malam, tapi berdasarkan pernyataan saksi mata di daerah Sudairi yang melihat bulan Syawal, maka Dewan Tinggi Arab Saudi dengan pasti mengumumkan hari Selasa sebagai 1 Syawal.

Kondisi yang sama juga terjadi di Irak. Hanya kantor al-Waqf Ahli Sunnah yang mengumumkan selasa sabagai 1 Syawal. Ahmed Abdul Ghafour al-Samarrai, Kepala Kantor al-Waqf Ahli Sunnah di Irak Senin malam (29/8) mengumumkan bahwa Komisi Tinggi Dewan dan sejumlah tokoh telah berkumpul di Masjid Jami' Ummul Qura sore ini (Senin) dan sepakat Selasa (30/8) sebagai hari Idul Fitri.

Sementara di Bahrain, hanya pengikut mazhab Ahli Sunnah di sana yang melakukan shalat Idul Fitri secara berjamaah pada hari Selasa. DewanTinggi Islam Bahrain dalam pernyataanya mengatakan, "Sekalipun dewan perukyat lembaga ini tidak melihat hilal, kami mengumumkan hari ini Selasa sebagai Idul Fitri mengikuti apa yang telah ditetapkan Arab Saudi.